Karomah dan Karya KH. Hasyim Zaini

Karomah KH. Hasyim Zaini

Di antara karomah Kiai Hasyim adalah seperti yang dituturkan oleh salah satu santrinya, Ratib. Ceritanya, suatu waktu Ratib diajak ke makam Sunan Ampel di Surabaya. Setelah beberapa waktu di Sunan Ampel, Kiai Hasyim kemudian menyuruh Ratib untuk pulang dahuluan. Sebelum pulang, Kiai Hasyim memberikan uang untuk bekal di perjalanan. Setelah mohon diri, kemudian Ratib langsung pulang. Sesampainya di halaman Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ratib tiba-tiba terkejut. Karena dia mendengar suara Kiai Hasyim tengah mengajar santri-santrinya di Musala Riyadus Solihin. Karena penasaran, dia bergegas menuju Musala tersebut, ternyata benar, Kiai Hasyim tengah mengajar.

Esok harinya, karena masih penasaran, Ratib berkunjung ke kediaman beliau. Masih belum mengucapkan salam, Kiai Hasyim sudah membukakan pintu dan memanggilnya; “Dik, sini-sini. Ada apa? Tanya yang kemarin ya? “Iya,” jawab Ratib gugup. “Saya diantarkan Mbah Saleh (ulama yang makamnya terletak di samping kiri Sunan Ampel),” jawab Kiai Hasyim. Masih menurut Ratib, Kiai Hasyim juga terkenal dengan ulama yang weruh sak durungi pinaruh (ladunni). Kala itu, Ratib sempat berkunjung ke kediaman beliau sehari sebelum kewafatannya. “Aneh… kok mendung terus?” kata Kiai Hasyim. “Habib Husein Berani, selatan Genggong, sakit Kiai,” terka Ratib. “Tapi saya kok didatangi Rasulullah.” Sesaat kemudian, kala waktu menunjukkan ‘isya, Ratib dan santri-santri lainnya mendengar bahwa Kiai Hasyim telah meninggal dunia. “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’uun,” seru para santri sambil mengucurkan air mata.

Karya Kiai Hasyim

Semasa menjadi pendidik sekaligus kepala sekolah di MAN Paiton, Kiai Hasyim Zaini pernah membuat konsep ekonomi menurut Al-Qur’an. Konsep ekonomi tersebut beliau ambil dari surah Al-Quraisy. Menurut Kiai Hasyim, orang Quraisy itu memiliki kemampuan dalam bidang ekonomi. Sehingga menurut beliau, perekonomian itu harus dipegang oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan. Konsep ini kemudian beliau sebarkan kepada kepala-kepala sekolah se-Jawa Timur. Selain soal konsep ekonomi tersebut, Kiai Hasyim juga memiliki karya tulis tentang ilmu mantiq ketika beliau menjadi salah satu pendidik (dosen) di ADIPNU. Karya tulis ini beliau tulis untuk dijadikan diktat bagi mahasiswa-mahasiswanya. Allahu a’lam.

Comments

So empty here ... leave a comment!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar