Riwayat Hidup Kyai Irfan bin Musa

Masa Kelahiran Dan Kanak-Kanak

Irfan lahir sekitar tahun 1859 di Kaliwungu, Kendal. Beliau merupakan putra Kyai Musa bin Abdul Baqi dengan Nyai Khadijah. Beliau adalah anak nomor 19 dari 20 bersaudara. Diantara saudara-saudaranya yang lain, beliau telah memiliki watak dan kesukaan-kesukaan yang berbeda. Perbedaan ini mulai ditunjukkan beliau sejak dari kecil. Bermain-main sebagai naluri anak kecil, seperti main kelereng atau main layang-layang dan sejenisnya, ternyata tidak mampu mengusik minat Irfan. Beliau memang bermain-main panahan tetapi itupun sekedar untuk melayani (red. ngemong) adiknya, yaitu Ridwan (ayah KH. Asror Ridwan). Jika banyak diantara teman-teman sebayanya tengah bermain-main, maka beliau hanya mau melihatnya dari kejauhan, beliau adalah anak pendiam dan mau berbicara hanya untuk hal-hal yang dianggap sangat perlu saja.

Karena wataknya yang pendiam dan tidak suka dengan mainan, maka ibunya, suatu ketika memanggilnya dengan panggilan “kemlu” panggilan ini diberikan oleh ibunya, mungkin dengan maksud agar anak-anak sebayanya tidak lagi memaksa Irfan untuk ikut serta dalam sepermainannya.

Kepekaan Irfan dalam menjaga diri, yaitu bagaimana orang tua, saudara-saudaranya dan teman-temannya tidak tersinggung terhadap perilakunya, telah ditunjukkan dari masa kanak-kanaknya, misalnya dalam hal makanan, beliau tidak pernah sekalipun menolak makanan yang diberikan kepadanya, sepanjang makanan itu halal dan bersih, tetapi tidak berarti bahwa Irfan suka makan, yang terjadi justru sebaliknya, ketika waktunya makan sudah datang beliau tidak cepat-cepat makan sebelum disuruh oleh ibunya.

Setelah beranjak remaja, rupanya Irfan tidak disibuki oleh mainan melainkan oleh gairah keilmuan. Beliau mulai belajar mengaji sejak dari usia kecilnya. Kyai Ismail (ayah Kyai Ahmad Thahir), Kyai Abdul Karim Kp. Petekan, Kyai Abdul Manan (ayah KH. Abu Chair) Kp. Sarean dan Kyai Barnawi adalah ulama-ulama yang mendidik dan mengajarnya berbagai ilmu agama.

 

Silsilah Keturunan Kyai Irfan

Lembu peteng

Kyai Ageng Tarub I

Kiyai Ageng Tarub II

Kyai Ageng Gates

Kyai Ageng Selo

Kyai Ageng Ngelawehan Surokarto

Kyai Ageng Pemanahan

Panembahan Senopati Mataram

Kyai Jewo Seto

Kyai Qomaruddin

Kyai Mu’arif

Kyai Abdul Baqi

Kyai Musa

Kyai Irfan

1.) Nyai Ruqoyyah

2.) Nyai Istiqomah

3.) Nyai Sufiroh

a.) Keturunan Kyai Irfan dengan Nyai Ruqoyyah (istri pertama) :

1.) Iqyani / KH. Abdul Aziz

2.) Iqyanah

3.) Fityani

4.) Fityanah

5.) Humaidyani

6.) Hamdan

7.) Hamdanah

8.) Moh. Kholish

9.) Ashfiya

10.) Syifa’

11.) Maryam

12.) KH. Ahmad Dum

b.) Keturunan Kyai Irfan dengan Nyai Istiqomah (istri kedua) :

1.) Humaidun

c.) Keturunan Kyai Irfan dengan Nyai Sufiroh (istri ketiga) :

1.) KH. Humaidullah

2.) Ubaidullah

3.) Humaida’

4.) Humaidatun

5.) Ubaidullah

6.) KH. Ibadullah

7.) Ibadiyah

 

Comments

So empty here ... leave a comment!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar