KH Ali Mustafa Yaqub

Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub, MA lahir di Kemiri, Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 2 Maret 1952. Saat ini, domisili beliau di Jalan SD Inpres No. 11 RT. 002 RW. 09 Pisangan-Barat Ciputat 15419 Tangerang Selatan, Banten.
Pendidikan KH Ali Mustafa Yaqub mulai dari SD sampai SMP, semua dijalani di Batang kota kelahirannya. Setelah tamat SMP minatnya untuk belajar agama mulai tumbuh, Ali Mustafa kecil bertandang ke sebuah pesantren di Seblak, Jombang untuk belajar agama sampai tahun 1969.
Kemudian beliau nyantri lagi di pesantren Tebuireng, Jombang sampai tingkat Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari sampai awal tahun 1976. Dan pada tahun itu juga ia masuk Fakultas Syariah Universitas Muhammad ibnu Saud sampai tahun 1985 kemudian mengambil Master di Universitas yang sama pada Jurusan Tafsir dan Ilmu Hadits.
Guna memperoleh gelar doktornya, Prof. Ali Mustafa Yaqub ahli hadits Indonesia yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pusat diuji para ulama Timur Tengah. “Masalah halal-haram merupakan sesuatu yang sangat penting bagi umat Islam di manapun berada, karena mengkonsumsi produk yang haram disamping berbahaya bagi tubuh, juga menjadi sebab penolakan amal ibadah seorang Muslim oleh Sang Khaliq.”

Demikian dikemukakan Prof. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA dalam disertasinya yang berjudul “Kriteria Halal-Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetika dalam Perspektif al-Quran dan Hadits”, untuk memperoleh gelar Doktor dalam Hukum Islam dari Universitas Nizamia, Hyderabad India. Yang menarik ujian disertasi doktor tersebut dilaksanakan di aula Masjid Istiqlal Jakarta.

Sidang Munaqasyah yang dilakukan oleh tim penguji internasional, dipimpin oleh Prof. Dr. M. Hassan Hitou, Guru Besar Fiqh Islam dan Ushul Fiqh Universitas Kuwait yang juga Direktur Ilmu-ilmu Islam Frankfurt Jerman.

Para anggota penguji: Prof. Dr. Taufiq Ramadhan al-Buthi (Guru Besar dan Ketua Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh Universitas Damaskus, Syria), Prof. Dr. Mohammed Khaja Sharief M. Shahabuddin (Guru Besar dan Ketua Jurusan HadisUniversitas Nizamia, Hyderabad, India) dan Prof. Dr. M. Saifullah Mohammed Afsafullah (Guru Besar dan Ketua Jurusan Sastra Arab Universitas Nizamia). Mereka menyatakan Ali Mustafa Yakub lulus dan berhak menyandang gelar doktor.

“Ini adalah suatu kejadian baru yang sangat baik. Justru sekarang ini malah dosen-dosennya yang datang kemari, bukan mahasiswa yang datang kesana,” kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengomentari ujian disertasi tersebut. Selain Menag, hadir pula Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, Sekjen Depag Bahrul Hayat, dan Ketua MUI Umar Shihab.

Menurut Ali Mustafa Yaqub yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, meski saat ini sudah banyak karya tulis yang menjelaskan tentang kehalalan dan keharaman makanan, minuman, obat dan kosmetika. Namun kebanyakan karya tersebut membahas hukum barang tersebut dengan menyebutkan namanya, lalu menyatakan hukumnya dalam tinjauan fiqh Islam.

KH. Ali Mustafa Yaqub Mulai Aktif Berdakwah
Setelah pulang ke tanah air beliau menjadi dosen di berbagai Perguruan Tingi Islam seperti: Institut Ilmu al-Quran (IIQ), Institut Studi Ilmu al-Quran (ISIQ), Sekolah Tinggi Islam Dakwah (STIDA) al-Hamidiyah dan UIN Syarif Hidayatullah.

KH. Ali Mustafa Yaqub merupakan sosok pribadi intelektual muslim. Ia dikenal sebagai pakar ilmu hadits. Sebab itu tidak mengherankan bila ia mengembangkan dakwah Islamiah lewat perspektif hadits. Dan kalau berbicara soal hadits berikut kisi-kisi kehidupan, perilaku dan tindakan Rasulullah Saw., KH. Ali Mustafa Yaqub memang memiliki otoritas.

KH. Ali Mustafa Yaqub adalah alumni pascasarjana King Saud Riyadh Saudi Arabia. Beliau termasuk salah seorang murid ulama terkenal yang juga pakar di bidang hadits asal Saudi Abia, yaitu professor M. M. Azami.

Kiprah organisasinya mulai dikenal ketika di Riyadh ia terpilih menjadi ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Tahun 1990-1996 beliau menjadi Sekjen Pimpinan Pusat Ittihadul Muballighin.

Tahun 1997 ia mendirikan pondok pesantren dengan spesialisasi ilmu hadits yang bernama Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus Sunnah. Pesantren ini terletak di Jalan SD Inpres no. 11 Pisangan Barat Ciputat, Jakarta, yang didirikan untuk mempelajari tentang hadits dan ilmunya. Pesantren tersebut memberikan pendidikan secara gratis dan banyak diminati oleh anak-anak muda dari berbagai daerah.

Secara garis besar, aktifitas dakwah yang sudah dan sedang KH. Ali Mustafa Yaqub lakukan diantaranya adalah:
  1. Pengasuh Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus Sunnah, Pisangan-Barat, Ciputat (1997- sekarang).
  2. Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (2005–2010).
  3. Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) Majlis Ulama Indonesia (MUI)  (1997–2010).
  4. Guru Besar Hadits & Ilmu Hadits Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta (1998–sekarang).
  5. Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta (2005–sekarang).
  6. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Fatwa (2010–sekarang).
  7. Penasihat Syariah Halal Transactions of Omaha Amerika Serikat (2010–sekarang).
Bukan hanya kancah dakwah dalam negeri, beliau juga mengembangkan sayap dakwahnya hingga ke luar negeri. Hal itu bisa kita lihat dari tugas luar negeri yang pernah KH. Ali Mustafa Yaqub laksanakan, diantaranya adalah:
  1. Anggota Delegasi MUI untuk Mengaudit Pemotongan Hewan di Amerika (2000).
  2. Ketua Delegasi MUI untuk Mengaudit Pemotongan Hewan di Amerika dan Kanada (2007).
  3. Peserta & Pemakalah dalam Konfrensi Internasional tentang Metode Penetapan Fatwa di Kuala Lumpur, Malaysia (2006).
  4. Studi Banding tentang Metode Pelestarian al-Quran, di Iran, Mesir dan Saudi Arabia, Anggota Delegasi Departemen Agama RI (2005).
  5. Studi Banding tentang Metode Pelestarian al-Quran, di Turki, Anggota Delegasi Departemen Agama RI (2006).
  6. Peserta Konfrensi Internasional ke-6, Lembaga Keuangan Islam, Bahrain (2007).
  7. Safari Ramadhan 1429 H di Amerika dan Kanada (2008).
  8. Naib Amirul Hajj Indonesia, 1430 H/2009 M.
  9. Narasumber Seminar Takhrij Hadits Serantau, Kuala Lumpur Malaysia, (Desember 2009).
  10. Narasumber Seminar Kepimpinan Pegawai-pegawai Masjid, Bandar Seri Begawan Negara Brunei Darussalam (November 2010).
  11. Narasumber Pengajian Ramadhan ad-Durus al-Hassaniyah 1432 H/ 2011 M, Kerajaan Maroko (Agustus 2011).
  12. Karya-karya KH. Ali Mustafa Yaqub
Ali Mustafa Yaqub adalah seorang kiyai yang sangat sederhana dan ikhlas. Di tengah-tengah kesibukannya ia masih meluangkan waktunya untuk bersedia diwawancarai oleh para wartawan. Di sela-sela kesibukannya pula ia telah banyak menulis buku, dan yang terbanyak tulisannya adalah di bidang ilmu hadis sesuai dengan keahliannya.

Karya-karya KH. Ali Mustafa Yaqub diantaranya adalah:

  1. Memahami Hakikat Hukum Islam (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Muh. Abdul Fattah al-Bayanuni, 1986).
  2. Nasihat Nabi kepada Para Pembaca dan Penghafal al-Quran (1990).
  3. Imam al-Bukhari dan Metodologi Kritik dalam Ilmu Hadits (1991).
  4. Hadits Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Muhammad Mustafa Azami, 1994).
  5. Kritik Hadits (1995).
  6. Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat (Alih Bahasa dari Muhammad Jamil Zainu, Saudi Arabia, 1418 H).
  7. Sejarah dan Metode Dakwah Nabi (1997).
  8. Peran Ilmu Hadits dalam Pembinaan Hukum Islam (1999).
  9. Kerukunan Umat dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2000).
  10. Islam Masa Kini (2001).
  11. Kemusyrikan Menurut Madzhab Syafi’I (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Abdurrahman al-Khumayis, 2001).
  12. Aqidah Imam Empat Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Abdurrahman al-Khumayis, 2001).
  13. Fatwa-fatwa Kontemporer (2002).
  14. MM Azami Pembela Eksistensi Hadits (2002).
  15. Pengajian Ramadhan Kiai Duladi (2003).
  16. Hadits-hadits Bermasalah (2003).
  17. Hadits-hadits Palsu Seputar Ramadhan (2003).
  18. Nikah Beda Agama dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2005).
  19. Imam Perempuan (2006).
  20. Haji Pengabdi Setan (2006).
  21. Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal (2007).
  22. Ada Bawal Kok Pilih Tiram (2008).
  23. Toleransi Antar Umat Beragama (Bahasa Arab–Indonesia 2008).
  24. Islam di Amerika; Catatan Safari Ramadhan 1429 H Imam Besar Masjid Istiqlal (Bahasa Inggris–Indonesia 2009).
  25. Kriteria Halal-Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetika Menurut al-Quran dan Hadits (2009).
  26. Mewaspadai Provokator Haji  (2009).
  27. Islam Between War and Peace (Pustaka Darus-Sunnah 2009).
  28. معايـير الحلال والحرام في الأطعمة و الأشر بة و الأدوية والمستحضرات التجميلية على ضوء الكتاب و السنة  (2010)
  29. Kiblat; Antara Bangunan & Arah Ka’bah (Bahasa Arab-Indonesia 2010).
  30. القبـلة على ضوء الكتاب و السنـة باللغـة العربيـة (2010)
  31. 25 Menit Bersama Obama (Masjid Istiqlal Jakarta 2010).
  32. Kiblat Menurut al-Quran dan Hadits; Kritik Atas Fatwa MUI No.5/2010 (2011).
  33. Ramadhan Bersama Ali Mustafa Yaqub (2011).
  34. Cerita dari Maroko (2012).
  35. Makan Tak Pernah Kenyang (2012).
  36. Ijtihad, Terorisme dan Liberalisme (Bahasa Arab-Indonesia 2012).
  37. Panduan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Hisbah) (Bahasa Arab-Indonesia 2012).

Sumber : www.muslimedianews.com

Comments

So empty here ... leave a comment!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar