2016 Desember

KH Muhammad Hasyim Zaini yang Berakhlakul karimah

KH. Hasyim Zaini, merupakan putera pertama dari Almarhum KH. Zaini Mun’im. Beliau mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya, langsung dari ayahandanya tercinta. Sebagai putera, beliau sangat patuh dan tawadu’ terhadap kedua orang tuanya. Sementara sebagai santri/murid, selain memiliki kecerdasan dan tingkat intelegensia yang tinggi, beliau juga sangat tekun me-muthala’ah tiap materi pelajaran dan cukup telaten (kreatif)…. read more »

Jasa-Jasa KH Abdul Wahid Zaini

Adapun visi-misi Kiai Wahid ketika menangani LAKPESDAM adalah: pertama, agar LAKPESDAM menjadi lembaga independen dan tidak tergantung pada NU, terutama soal pendanaannya. Kedua, sebagai program prioritas adalah membagun SDM terlebih dahulu daripada membangun fasilitas fisik. Ketiga, sebagai jam’iyah maka program-program yang dilaksanakan harus membumi (kongkrit), sehingga warga NU dapat menikmati hasilnya secara langsung. Pada tahun… read more »

Biografi KH Abdul Wahid Zaini

KH Abdul Wahid Zaini adalah putra ke dua dari tujuh bersaudara, pasangan KH. Zaini Mun’im dan Nyai Hj. Nafi’ah. Beliau lahir pada hari Jum’at tanggal 17 Juli 1942 di Desa Galis, Pamekasan Madura. Beliau mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya, langsung dari ayahandanya tercinta. Sebagai putera, beliau sangat patuh dan tawadu’ terhadap kedua orang tuanya. Sementara… read more »

Guru Sekumpul

Guru Sekumpul adalah sebutan akrab buat Al-Allamah KH. Zaini Ghani, yaitu seorang ulama kharismatik Kalimantan Selatan, dilahirkan pada 25 Muharram 1361 H (11 Februari 1942 M) dan wafat 5 Rajab 1426 H (10 Agustus 2005). Beilau sering disebut-sebut sebagai Habib keturunan Rasulullah, padahal beliau sendiri tidak pernah menambahkan dibelakang nama beliau dengan fam tertentu. Lalu… read more »

KH Khamiem Jazuli

Kita semua mengenal KH Khamiem Jazuli dengan banyak kelebihannya dan karomahnya yang menjadi tempat banyak tokoh bersimpuh menuntut ilmu dan memohon didoakan oleh beliau. Gus Miek salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur di tanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama, khususnya di Jawa Timur. Maka wajar,… read more »

Habib Abdurrahman bin Zein bin Ali Al Jufri

Lahir Sayyidy al-Habib Abdurrohman bin Zein bin Ali bin Ahmad al-Jufri dilahirkan tahun 1938 di Semarang. Ayahanda beliau seorang ulama’ yang terkenal dengan ketinggian akhlaqnya, keluasan ilmunya, kesederhanaan hidupnya, yaitu Sayyidy al Habib Zein bin Ali bin Ahmad al-Jufri, Ibunda beliau adalah wanita sholehah Sayyidah Hababah Sidah binti Muhdlor Assegaf. Wafat Sayyidy al-Habib Abdurrohman bin… read more »

KH Achmad Badjuri

Beliau dilahirkan di Desa Campurdarat Tulungagung pada tahun 1938 M .oleh seorang ayah H. PUSLAN Bin Haji Thohir dan seorang ibu Hj. SULMI Binti JAYADI. Beliau anak yang kesebelas dari sebelas orang bersaudara. Pada tahun 1945 m. beliau masuk sekolah dasar dan bertepatan kemerdekaan Negara Rebublik Indonesia .Dengan adanya peritiwa pemberontakan PKI. Madiun 1948 .dan… read more »

KH MUHAMMAD MUBASSYIR MUNDZIR

Beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Tahfidhul Qur-an Ma’unah Sari, sesuai dengan nama yang disandangnya,Pesantren ini adalah merupakan suatu Lembaga Pendidikan yang menyediakan program menghafalkan al-Qur-an (bil-Ghaib), disamping juga tersedia program pengajian Al-Qur-an Bin-Nadhar (tidak menghafal).   Harapan Pesantren ini diharapkan mampu menelorkan alumnus-alumnus yang merupakan generasi-generasi penghafal Al-Qur-an,yang berjiwa dan berakhlaq Qur-any atau dengan kata… read more »

KH Ali Shodiq Umman

  (Pendiri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadien Ngunut Tulungagung) ALI SHODIQ,demikian nama aslinya,lahir sekitar tahun 1929 m di gentengan link IV Ngunut,sebuah kota industri yang berada di sebelah timur dan termasuk wilayah Tulungagung,di mana masyarakat Ngunut waktu itu sangat minim pengetahuan agamanya atau boleh di katangan abangan, ayahnya pak uman adalah kurir dokar yang sederhana dan… read more »

KH Mufid Mas’ud

Buah jatuh tak pernah jauh dari pohonnya. Demikian pepatah Melayu yang menggambarkan adanya kedekatan kepribadian dan kualitas seseorang dengan nenek moyangnya. Nah, kalau kita melihat garis silsilah KH. Mufid Mas’ud, pepatah Melayu itu tampaknya tidak salah. KH. Mufid merupakan keturunan ke-14 dari Sunan Pandanaran. Beliau adalah wali Allah yang menyebarkan Islam di daerah Tembayat, Klaten,… read more »

Sidebar